Menurut Kantor Berita ABNA, tentara Israel menewaskan sejumlah warga Palestina pada ahad (14/2) di sebuah pos pemeriksaan perbatasan Israel antara al Quds dan Bethlehem. Tentara Israel mengklaim Naim Safi, salah seorang dari korban penembakan tersebut hendak menyerang pos pemeriksaan.
Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi adanya aksi penembakan tersebut dengan melaporkan, Naim Safi, pemuda 17 tahun adalah warga dari sebuah desa didekat Bethlehem.
Dihari yang sama, tentara Israel juga menembak seorang gadis Palestina di dekat Masjid Ibrahimi di kota Tepi Barat al Khalil dengan tuduhan yang sama. Yasmin al Zaru, 14 tahun, diklaim oleh tentara Israel mencoba menusuk salah seorang tentara yang berjaga dengan sebilah pisau dan untuk menghentikan aksinya ia ditembak yang menyebabkan kematiannya saat itu juga. Sumber otoritas Palestina membantah klaim sepihak Israel tersebut dengan mengatakan, bahwa gadis Palestina tersebut tidak melakukan aksi-aksi penyerangan yang membahayakan pasukan keamanan Israel.
Masih dihari yang sama, dua remaja Palestina lainnya juga ditembak tentara Israel dengan alasan, kedua remaja tersebut mencoba menyerang pasukan keamanan Israel. Dua remaja yang bernama Nihad Waked dan Fuad Waked tersebut, ditembak di kota al Quds.
Kearoganan rezim Israel atas warga Palestina mendapat protes dan kecaman dari rakyat Palestina. Sejak 1 Oktober 2015 lalu, gelombang protes dan perlawanan terhadap tindakan represif tentara Israel terus dilancarkan warga Palestina. Tentara dan kepolisian Israel telah berkali-kali menyerbu Masjid Suci al Aqsa dan melakukan pelecehan terhadap kiblat pertama umat Islam tersebut sembari menangkapi dan menembaki pemuda-pemuda Palestina yang shalat didalamnya.
Setidaknya sejak Oktober 2015, warga Palestina telah menewaskan 26 tentara Israel melalui aksi Intifadhah sementara warga Palestina yang gugur total 176 warga.



